Dengan harga pelaksanaan sebesar Rp50 per saham, maka melalui aksi korporasi ini perseroan akan mampu meraup dana mencapai Rp156,63 miliar.
Penerbitan HMETD ini disertai dengan penerbitan Waran Seri II sebanyak-banyaknya 279.703.405 waran atau setara dengan 5 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PM-HMETD I, dengan harga pelaksanaan Rp100 per saham.
Lebih lanjut Jefri mengatakan, SBAT akan terus meningkatkan meningkatkan produksi benang untuk diekspor dan diolah menjadi produk handuk.
Hal ini untuk memenuhi permintaan pelanggan SBAT di Bangladesh, sedangkan Amerika Serikat sebagai negara penerima impor handuk terbesar.
Dia menyampaikan, seiring dengan pemulihan ekonomi di tengah penurunan jumlah kasus Covid-19 di berbagai belahan dunia, permintaan atas produk benang sebagai bahan baku pembuatan handuk mengalami peningkatan.
Produk handuk ini akan digunakan di sektor restoran dan hotel, rumah sakit maupun pelayaran, tidak terkecuali di AS yang sedang mengalami pertumbuhan di sektor pariwisata.
“Survey menunjukkan bahwa penjualan untuk sektor pariwisata di AS mengalami peningkatan dari Maret hingga Juli 2021 sebesar 14 persen. Pertumbuhan ini memiliki efek yang cukup besar kepada PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk,” kata Jefri.















