Sebelumnya, realisasi penyaluran kredit usaha mikro dari 6 BPD tersebut (BPD Sumut, BPD DIY, BPD Kalbar, BPD SulutGo, BPD Jateng, dan BPD Papua) per Maret 2017 mencapai Rp1,5 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 50.091 nasabah dan tingkat NPL sebesar 1,48% dari total KUM keenam BPD tersebut.
Setelah enam BPD ini, proyek akan dilanjutkan dengan menggandeng BPD lainnya dalam pengembangan dan penyaluran Kredit Usaha Mikro tersebut dan ke depannya diharapkan BPD yang telah mengimplementasikan dapat mengalihkan dan menularkan pengetahuan dan pengalamannya kepada BPD lainnya.
Dengan adanya kerjasama tersebut, akan terjadi proses transformasi di BPD terutama dalam inovasi pengembangan produk dan layanan, peningkatan kompetensi SDM, serta perubahan budaya dan pola pikir pegawai BPD dalam penyaluran kredit produktif.
Sejak program transformasi BPD dicanangkan pada bulan Mei 2015 di Istana Negara, beberapa program transformasi telah diluncurkan antara lain melakukan sosialisasi kepada pemegang saham BPD dan pemangku kepentingan, program peningkatan kualitas layanan, penyiapan teknologi informasi, peningkatan kualitas SDM, dan pengembangan produk dana maupun perkreditan.
SBFIC didirikan tahun 1992 oleh grup keuangan terbesar di Jerman yaitu Sparkassen-Finanzgruppe dengan misi menularkan pengalaman bisnis Sparkassen kepada institusi keuangan serupa di negara berkembang lainnya.















