Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa dirinya sangat senang diikutsertakan oleh Menteri Basuki untuk meresmikan Jembatan Leta Oar Ralan. Pembangunan infrastruktur ini sebagai sarana untuk menghubungkan masyarakat dan mempermudah akses mendapatkan pelayanan dasar terbaik dari pemerintah.
“Kita berharap, dengan terbangunnya jembatan dengan pendanaan dengan instrumen Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan dan kegiatan ekonomi maupun interaksi sosial antar pulau yang lebih baik. Masyarakat merasa dekat dan miliki solidaritas untuk maju bersama,” kata Sri Mulyani.
Pembangunan Jembatan Leta Oar Ralan dibangun menggunakan dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp. 123,07 miliar. Waktu pelaksanaan sejak Desember 2016 dan selesai pada November 2018 dengan kontraktor PT. Nindya Karya dan konsultan pengawas PT. Karuniya Data Konsultan – PT. Nusvey KSO.
Jembatan Leta Oar Ralan memiliki panjang 322,80 meter dan lebar 10 meter. Jenis konstruksi pondasi menggunakan tiang pancang baja 600 mm, sementara bangunan atas menggunakan konstruksi beton pracetak prategang.
Bupati MTB Petrus Fatlolon mengatakan Jembatan Leta Oar Ralan merupakan jembatan kehidupan menuju kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat Tanimbar.














