BOGOR-Sidang senat terbuka akademik Universitas Pertahanan Indonesia mengukuhkan Prof Dr H Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), MA sebagai guru besar dalam bidang ilmu ketahanan nasional. SBY pun tercatat menjadi professor pertama di Indonesia dalam bidang ilmu ketahanan nasional.
Rektor Universitas Peratahanan Indonesia, Laksdya TNI Dr. Desi Albert Mamahit, M.Sc mengatakan, pemberian gelar guru besar terhadap Presiden SBY itu, karena Presiden SBY memiliki kapasitas sebagai akademis, dan berbagai tulisan yang tersebar di dalam dan luar negeri. “Dan rekan-rekan memahami dan berapa luas, dan bagaiamana mengeluarkan ide-ide yang brilian,”paparnya.
Selain itu, pengukuhan Presiden SBY sebagai Guru Besar Ilmu Katahanan Nasional dilakukan dengan mempertimbangkan penguasaan ilmu ketahanan nasional yang diperoleh dari berbagai pendidikan militer dan non militer baik dari dalam dan luar negeri.
Dalam pidatonya, SBY mengatakan, Indonesia memerlukan grand strategy atau strategi besar dalam mewujudkan kepentingan nasional dan cita-cita kemerdekaan bangsa di tengah situasi dunia yang penuh dinamika dan terus berubah. Karena itu, Presiden SBY mengharapkan para penyelenggara negara, termasuk para pemimpin militer dan pembuat kebijakan pertahanan negara, merumuskan strategi besar sebagai sebuah rencana pembangunan jangka panjang 25 tahunan. “Dalam pemikiran saya itu, di dalamnya sudah termasuk bagai-mana bangsa ini bisa menghadapi berbagai tantangan dan ancaman, baik dari luar negeri maupun dalam negeri, sehingga cita-cita dan tujuan besar itu dapat dicapai. Saya pikirkan pula secara holistik baik aspek keamanan (security) maupun aspek kesejahteraan (prosperity) yang kedua-duanya amat penting,” ujar SBYdalam pidato pengukuhannya di Kawasan Indonesia Peace and Security Center (IPSC), Sentul, Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/6).














