Elemen strategi besar itu, katanya juga mencakup perkembangan lingkungan strategis, baik regional maupun global, agar kita bisa mengenali baik ancaman maupun peluang yang ada. Tentu juga diperhitungan semua elemen kekuatan nasional yang kita miliki (national power), apakah itu politik, ekonomi, dan militer; apakah itu sumber daya alam, sumber daya manusia, infrastruktur fisik hasil pembangunan dan teknologi; dan apakah itu kekuatan ideologi, nilai-nilai dasar dan budaya bangsa.
Presiden SBY yang didampingi Ibu Negara Hj. Ani Yudhoyono menyampaikan, grand strategy itu dapat dilebarkan sehingga menjadi arah, strategi besar dan kebijakan dasar dari sebuah negara, dengan cara membangun dan menggunakan semua potensi nasional yang dimiliki, untuk melindungi kepentingan dan tercapai-nya tujuan nasional, berlaku dalam jangka waktu yang jauh ke depan, baik di masa perang maupun damai. “Dengan pengertian yang saya bangun seperti ini, kita bisa mengaitkan misalnya dengan pemikiran yang melandasi rencana pembangunan jangka panjang 25 tahunan, yang dalam era pemerintahan yang lalu disebut sebagai Ggaris-garis besar Besar haluan Haluan negara Negara (GBHN). Atau juga Visi Indonesia 2030, yang pernah dirumuskan oleh sejumlah lembaga kajian strategis Indonesia pada awal tahun 2000-an,” papar SBY dalam acara yang dihadiri oleh Wakil Presiden Boediono, para menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, dan para duta besar negara sahabat itu.














