SURABAYA-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meresmikan fasilitas produksi Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu, Bojonegoro, Jawa Timur. Dengan peresmian Lapangan Banyu Urip ini yang merupakan ladang minyak dan gas bumi ini, kapasitas produksi meningkat 10.000 barel/hari dari semula sebesar 30.000 barel/hari. Diharapkan secara bertahap kapasitas produksi ini akan meningkat dan mencapai puncaknya pada angka 165.000 barel per hari pada 2015 mendatang.
Dalam sambutannya, Presiden SBY mengatakan bahwa pemerintah wajib meningkatkan kapasitas produksi sumber energi, baik minyak dan gas, batu bara, dan kemudian listrik.
“Tentu kita ingin kekuatan energi yang lebih besar, tetapi kita juga mesti memperhatikan faktor lingkungan. Oleh karena itu, energi harus diletakkan sebagai pertumbuhan ekonomi sekaligus capaian tujuan pembangunan ekonomi berkelanjutan,” jelasnya.
Blok Cepu, lanjut SBY, memiliki sejarah panjang. Ketika memimpin Indonesia 10 tahun lalu, SBY menempatkan penyelesaian Blok Cepu ini sebagai prioritas.
“Saya ingat kita lakukan negosiasi di Indonesia dan Amerika Serikat. Bahkan ketika terjadi silang pendapat antara Jawa Tengah dan Jawa Timur, saya turun tangan dengan kapasitas saya sebagai presiden untuk mengakurkan. Alhmdulillah tercapai kesepakatan antara Jawa Timur dan Jawa Tengah,” ujarnya.












