Presiden, kata Lukman, mengingatkan bahwa jabatan Menteri Agama tidak mudah, terutama terkait dengan terjadinya sejumlah kasus akhir-akhir ini, yang secara langsung atau tidak langsung menyebabkan demoralisasi di sebagian pegawai Kementrian Agama.
Lukman mengakui, tidak mudah dan sederhana menjadi Menteri Agama di tengah sorotan masyarakat luas saat ini.
Karena itu, ia berharap, semua pihak bisa membantu membangun atau menumbuhkan citra Kementerian Agama menjadi lebih baik lagi.
Saat menerima Wakil Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan sekaligus Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin di Ruang Cyailendra, Nongsa Point Marina & Resort, Batam, Kepulauan Riau, Kamis (5/6) pukul 14.00 WIB itu, Presiden SBY antara lain didampingi oleh Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Chairul Tanjung, Mensesneg Sudi Silalahi, dan Seskab Dipo Alam.
Sebagaimana diketahui, menyusul pengunduran diri Suryadharma Ali sebagai Menteri Agama terkait penetapan status tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), akhir Mei, Presiden SBY telah menunjuk Menko Kesra Agung Laksono sebagai Menteri Agama Ad Interim.
Namun dalam Sidang Kabinet Paripurna di kantor Presiden, Jakarta, sebelum keberangkatannya melakukan kunjungan kerja ke Batam, Kepri, Rabu (4/6), Presiden SBY telah menyebutkan akan mengangkat Menteri Agama yang baru sebagai pengganti Suryadharma Ali.














