JAKARTA-Kementerian Perindustrian kembali meluncurkan Program Pendidikan Vokasi Industri dalam rangka membangun link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan industri. Kali ini, wilayah Sumatera bagian utara terpilih sebagai lokasi tahap keempat, yang meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau. “Pada kesempatan ini, dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara 108 perusahaan industri dengan 226 SMK di wilayah Sumatera bagian utara,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada peluncuran program tersebut di Medan, Sumatera Utara, Senin (2/10).
Dalam rinciannya, Menperin menyebutkan, Provinsi Aceh melibatkan tiga perusahaan dan sembilan SMK, Sumatera Utara dengan 55 perusahaan dan 117 SMK, Sumatera Barat terdiri dari tujuh perusahaan dan 20 SMK, Riau menggandeng enam perusahaan dan 39 SMK, serta Kepulauan Riau meliputi sebanyak 37 perusahaan dan 41 SMK.
Sebelumnya, pada tahap pertama untuk wilayah Jawa Timur, Kemenperin melibatkan sebanyak 50 perusahaan dan 234 SMK yang diresmikan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di Mojokerto. Tahap kedua, untuk wilayah Jawa Tengah, melibatkan 117 perusahaan dan 392 SMK yang diresmikan Menperin Airlangga Hartarto dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy di Semarang. “Tahap ketiga untuk wilayah Jawa Barat, kami telah melibatkan 141 perusahaan dan 393 SMK yang diresmikan langsung oleh Bapak Presiden Joko Widodo di Bekasi. Jadi, hingga saat ini, total perusahaan yang terlibat sebanyak 416 perusahaan dan 1.245 SMK,” papar Airlangga.













