Sebastian mengatakan mungkin ada yang tertawa, sinis, melecehkan dan merasa puas ketika tidak ikut pilkada ini.
Namun, dia meminta para pendukungnya agar jangan malu dan merasa kalah karena memilih jalan ini.
“Ini pahit buat saya dan kita semua. Tetapi pilihan ini dengan sadar kita ambil demi nilai yang diyakini dan niat tulus untuk mengabdi. Kita tidak sedang memburu kekuasaan, jabatan, apalagi harta,” jelasnya.
Lebih lanjut, dia menegaskan komitmennya menolak politik uang telah disampaikannya sejak awal.
“Seperti janji saya diawal, apabila partai minta bayar saya akan menolak dan memilih mundur dari pencalonan dan akan disampaikan kepada publik. Janji itu saya tepati dan satu dua hari kedepan saya akan umumkan ke publik. Mengapa kita tidak ikut pilkada. Semuanya akan dijelaskan. Kita memberi pesan kepada bangsa ini, ditengah sikap pragmatis partai, politik penuh transaksi dan manusia-manusia yang haus kekuasaan dengan membayar, kita berdiri tegak untuk melawan semua itu. Di tengah pesimisme publik dalam proses pilkada ini, masih ada orang seperti kita yang tidak goyah dengan prinsip dan nilai yang kita yakini,” tuturnya.
“Mungkin kita gagal meraih kekuasaan tapi kita menang dalam membela nilai yang kita yakini. Maaf atas segalanya. Hanya kata terima kasih yang mampu saya ungkapkan untuk melukiskan segala yang luar biasa yang telah kita jalani bersama,” pungkasnya.















