JAKARTA-Kopi menjadi produk ekspor penting bagi Indonesia. Di ajang Trade Expo Indonesia (TEI), secangkir kopi asli Nusantara bahkan dibeli seharga Rp 2,5 juta per cup, dalam acara charity coffee untuk petani Indonesia. “Kami ingin menunjukkan kualitas kopi Indonesia kepada seluruh pengunjung dan para buyers,” ujar Direktur Pengembangan Promosi dan Citra Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Pradnyawati, di Jakarta, Sabtu (24/10).
Sebagai salah satu produsen kopi terbesar di dunia, Indonesia siap memenuhi pasar kopi dunia. Peluang ekspor produk kopi Indonesia masih terbuka sangat luas. Para buyers yang memadati TEI sangat antusias dan berminat memborong berbagai varian kopi Nusantara. Kopi robusta mendominasi jenis kopi yang diproduksi petani Indonesia, dengan kekhasan cita rasa masingmasing sesuai indikasi geografisnya.
Kemendag menggandeng organisasi bernama Sustainable Coffee Platform of Indonesia (Scopi) untuk mengadakan program bertajuk Sustainable Coffee For Prosperity, Health, and Beauty, selama penyelenggaraan TEI 2015. “Targetnya tidak hanya para buyers, tetapi masyarakat luas dapat lebih mengenal kopi Indonesia, baik dari segi rasa maupun kualitasnya,” katanya.















