JAKARTA-Energy Watch Indonesia (EWI) mendesak Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno untuk segera menetapkan pejabat definitive di jajaran Direksi dan Komisaris PT Pelindo II. Hal ini penting mengingat Pelindo sebagai salah satu BUMN yang sangat vital fungsinya karena mengatur lalu lintas ekspor impor. “Berbulan-bulan sudah Pelindo II dipimpin pejabat sementara, padahal Pelindo II sebagai salah satu BUMN yang sangat strategis,” ujar Direktur Eksekutif EWI Ferdinand Hutahaean di Jakarta, Selasa (23/2).
Menurutnya, arus barang keluar dan masuk dari pelabuhan sangat vital untuk dijaga dan diamankan sistemnya. Karena itu, Pelindo II tidak boleh berlama-lama dijabat oleh pejabat sementara. “Rini (Menteri BUMN, Rini Soemarno) jangan berlama lama lagi, segera gelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan segera ganti dewan direksi dan dewan komisaris Pelindo,” pintanya.
Dia menilai, semua direksi Pelindo yang memimpin sekarang sudah tidak kredibel sehingga layak diganti. Demikian juga dengan jajaran dewan komisaris.
Perombakan ini jelasnya dilakukan guna menghindari konflik interest atas kasus yang menempatkan RJ Lino sebagai tersangka. Sebab, bisa jadi, jajaran direksi lain terlibat atas kasus yang sama. “Dengan demikian dikwatirkan para jajaran direksi yang ada akan berupaya menghilangkan barang bukti atau setidak tidaknya merubah barang bukti yamg masih tersimpan di Pelindo. Ini sangat penting,” urainya.













