Memang bila hanya penggalan pesan yang dimaknai, maka seolah kelompok masyarakat tertentu diposisikan sebagai yang menularkan penyakit. Ketika mengatakan itu, AY telah masuk rana interaksi sosial yang bukan bidang utamanya. Sebab, konsep interaksi sosial ada dalam kajian Sosiologi dan Ilmu Komunikasi.
Memang bila hanya merujuk pada penggalan isi pesan yang disampaikan AY, maka kalimat terebut tampak kurang tepat dan boleh jadi juga kurang bijak.
Tampak kurang tepat, karena penyebaran covid-19 bisa dari siapa kepada siapa, yang sama sekali tidak mengenal kelas sosial ekonomi. Selain itu, virus ini tidak memiliki pikiran dan perasaan sehingga tidak bisa memilih siapa yang menjadi korbannya.
Boleh jadi kurang bijak. Pesan ini memosisikan adanya relasi sosial yang kurang setara. Yang satu berada superior, yang lain inferior. Dikotomi senacam itu tidak begitu linear dengan tatanan negara demokrasi, seperti di Indonesia.
Selain itu, dari aspek manajemen Sumber Daya Manusia, penempatan seseorang pada jabatan dan fungsi tertentu, sejatinya berdasarkan kompetensi keilmuan. Artinya, jubir merupakan profesi komunikasi dan bagian dari kajian Ilmu Komunikasi. Jadi, jubir itu sejatinya dari seorang komunikolog.














