JAKARTA-Bandara-bandara di Indonesia tampaknya menjadi target bagi investor asing. Masalahnya pertumbuhan bisnis industri penerbangan sangat significant di Indonesia. Setidaknya ada tujuh negara yang berminat kerjasama dengan pemerintah terkait pengelolaan bandara di Indonesia. “Investor asing yang berminat itu, Korea, Australia, Malaysia, Singapura, Selandia Baru, Uni Emirat Arab dan Jepang,” kata Kepala Sub Direktorat Penyelenggaraan Bandar Udara Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub, Budi Prasetyo, di Jakarta, Rabu (16/4/2014)
Menurut Budi, pihaknya sudah menyampaikan rencana ini kepada 35 institusi dalam sebuah forum. Saat ini, lanjutnya, pada tahap awal, ada 3 dari 10 bandara yang siap dilepaskan ke investor pada akhir 2014. Ketiga bandara tersebut adalah Komodo di Labuan Bajo, Hanandjoeddin di Tanjung Pandan, dan Mutiara di Palu.
Investor yang serius menyatakan minatnya untuk ketiga bandara tersebut, antara lain: PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (GIAA) untuk Bandara Komodo serta PT Angkasa Pura II (Persero) dan Group Bakrie untuk Bandara Hanandjoeddin. “Dari 10 bandara ada 3 yang jadi prioritas masuk KPS (Kerjasama Pemerintah Swasta). Tiga bandara itu Labuhan Bajo, Mutiara Palu, Lampung,” pungkasnya.