JAKARTA – Indonesia kini sedang dilanda musim kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan di beberapa wilayah.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, kekeringan telah melanda 12 provinsi, 77 kabupaten atau kota dan 526 kecamatan. Hingga Juli 2015, sekitar 111.000 hektar sawah mengalami kekeringan.
Sebanyak 222.847 hektar sawah irigasi berpotensi kekeringan dan akan kehilangan panen lebih dari 1 juta ton.
”Sejak Mei 2015 sejumlah wilayah mengalami hari tanpa hujan lebih dari 60 hari. Wilayah tersebut adalah Jawa, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Lampung, Bali, NTB, dan NTT,” ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono di Jakarta, Minggu (2/8).
Basuki mengaku telah mengambil sejumlah langkah sebagai antisipasi menghadapi kekeringan.
Misalnya dengan melakukan pemantauan secara intensif terhadap ketersediaan air di waduk.
Langkah ini dibarengi dengan memberikan penyuluhan kepada petani air.
“Kita menjelaskan bagaimana memanfaatkan air secara efesien dan efektif melalui Gerakan Hemat Air dan meningkatkan kesadaran terhadap pelestarian lingkungan hidup,” jelasnya.
Selain langkah antisipasi, ujarnya, pemerintah juga membuat langkah yang sifatnya jangka pendek dengan jalan penangggulangan kekeringan serta menyediakan pompa air, suplai air bersih melalui mobil tanki dan hidran umum di daerah krisis air,. Disamping itu, pemerintah juga membuat sumur-sumur dalam yang dilengkapi dengan pompa.















