Untuk Waduk Kedungombo sendiri, Mudjiadi mengatakan bahwa waduk yang merupakan salah satu sumber utama air dalam kondisi normal dari segi ketersediaan airnya.
Hal ini dilihat dari ketinggian muka air normal dimana elevasinya sekitar +90.00 dengan in flow rata-rata 723 juta meter kubik.
Penggunaan air di Waduk Kedungombo lebih banyak dimanfaatkan untuk penyediaan air baku 2.510 lt/det, penyediaan air irigasi menjadi 61.444 Ha, pembangkit tenaga listrik sebesar 23,90 MW, pengendalian banjir dengan meredam banjir Sungai Serang sebesar 2.460 m3/dtk, serta pariwisata.
Tim Komunikasi Presiden, Teten Masduki mengatakan musim kemarau yang panjang di beberapa wilayah Indonesia, terutama di sebelah selatan Katulistiwa pada 2015 diduga merupakan dampak dari fenomena El Nino yang telah mencapai level moderate.
Keadaan ini diprediksi akan menguat mulai Agustus sampai Desember 2015.
“Untuk itu, perlu berkoordinasi dengan para gubernur, terutama di provinsi yang rawan kebakaran hutan dan mengalami kekeringan panjang, untuk bekerjasama dengan pemerintah pusat meminimalisasi dampak El Nino,” pungkasnya.















