Pada kesempatan tersebut, Kepala Negara juga mengapresiasi upaya Kementerian PUPR yang sejak bulan Oktober tahun 2020 telah melakukan percepatan dalam proses tender atau seleksi dini.
Diungkapkannya, dalam laporan yang diterima, tercatat sampai tanggal 15 Januari 2021, ada 209 paket senilai Rp2,1 triliun telah selesai tender dan terkontrak.
Sementara 982 paket dengan nilai Rp12,5 triliun telah selesai tender dan siap ditandatangani kontraknya hari ini.
“Saya mencatat sisa paket kegiatan infrastruktur yang belum ditenderkan masih cukup banyak. Untuk itu, saya minta kepada Menteri PUPR agar dilakukan percepatan sehingga di kuartal pertama semua paket sudah ditenderkan dan sudah ditandatangani kontraknya,” kata Presiden.
Percepatan tender ini, jelasnya , penting dalam rangka menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional.














