Vitria mengakui, para pelaku usaha industri pariwata, khususnya di kawasan Lombok menyambut baik kegiatan sosialisasi penerapan prokes dan vaksin.
“Mereka (pelaku usaha wisata) juga sepakat dan memahami bahwa Prokes Covid – 19 itu sangat panting untuk menunjang kebangkitan sektor pariwisata. Apalagi, ajang WSBK Mandalika ini adalah ajang nasional dan internasional. Selain masyarakat di dalam negeri, akan banyak juga orang dari luar negeri yang berdatangan. Mau tidak mau protokol kesehatan harus dilakukan,” kata Vitria.
Senada dengan Vitria, Cicilia Widyaningsih, Anggota Sub Bidang Tracing, Bidang Penanganan Kesehatan STPC-19, yang juga hadir dalam dialog yang sama, mengungkapkan, penerapan Prokes ketat wajib diterapkan di sektor pariwisata selama acara WSBK berlangsung.
Prokes Covid-19 (3 M, gunakan Masker, Cuci tangan, dan jaga jarak) sebagai pencegahan primer untuk mecegah penularan COVID-19 harus tetap dilakukan pada semua pelaku wisata.
Sedangkan upaya sekunder dengan melakukan vaksinasi, mengacu pada kebijakan pemerintah minimal 2 dosis.
Sementara, Masdalina Pane, Anggota Sub Bidang Tracing, Bidang Penanganan Kesehatan STPC-19, jalang perhelatan WSBK Mandalika ini, mengimbau, semua masyarakat NTB yang belum melakukan vaksinasi khususnya di Kabupaten Lombok Tengah untuk segera melakukan vaksinasi, supaya capaian >70%.















