Tantangan yang dihadapi pemimpin Manggarai saat ini adalah bagaimana pemimpin itu selalu hadir dan menjadi sumber harapan bagi masyarakatnya.
Pemimpin tidak lagi berlaku sebagai penguasa yang mempraktekan kepemimpinannya sebagai sebuah kelompok elitis ditengah berbagai persoalan hidup masyarakat tetapi bagaimana jabatan itu diejawantakan sebagai sebuah TANGGUNGJAWAB PELAYANAN yang mampu memberikan harapan besar bagi masyarakat untuk bisa hidup lebih baik lagi dari sebelumnya.
Arus besar perubahan itu telah dikapitalisasi melalui sebuah perjuangan bersama dalam menentukan pemimpin di Manggarai saat ini.
Herry Nabit dan Herry Ngabut adalah symbol dari perubahan itu, bukan satu-satunya penentu perubahan tersebut.
Herry Nabit dan Heri Ngabut diangkat sebagai pemimpin yang diyakini mampu berdiri paling depan dalam merintis cara-cara baru dalam mengentaskan persoalan kekinian masyarakat Manggarai.
Keinginan dan harapan tersebut pasti akan sangat mudah diwujudkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Manggarai saat ini karena didukung oleh gerbong perubahan itu sendiri yakni sebagian besar masyarakat Manggarai yang telah menjadi pemilih.
Dalam barisan perubahan itu ada berbagai macam gerakan seperti Laskar 88 yang mewakili kelompok usia muda, Weta-Weta De Herry yang mewakili gerbong perempuan, dan masih banyak lagi aliansi kelompok masyarakat yang tergabung dalam satu semangat perubahan bersama tersebut.















