JAKARTA-Lagi-lagi permasalahan pemukiman padat yang dijumpai Basuki Tjahaja Purnama adalah banjir karena saluran air yang tak berfungsi dan pembangunan rumah yang begitu pesat tetapi tidak bersamaan dengan pembuatan saluran air yang memadai.
Jadi wajar ketika hujan turun air merendam Kampung Kandang yang bersebelahan dengan kawasan Berikat Nusantara terendam hingga pundak orang dewasa, ujar Basuki Tjahaja Purnama. Di perkampungan ini saluran airnya tidak baik dan tidak ada tempat yang lebih rendah untuk menampung buangan airnya, “ini sudah salah semua makanya akan kita bongkar dan kita siapkan rumah susun dan akan kita awasi dengan ketat agar rumah susun tidak dijual, karena begitu bagus rumahnya,” imbuh Basuki di hadapan para pekerja media cetak, elektronik dan on-line dipinggir lapangan Kampung Kandang Senin, 2 Desember 2017.
Untuk mengatasi saluran air Basuki akan menghubungi dinas tata air untuk membuat waduk penampungan air dan kepada pihak swasta di dorong untuk membeli tanah yang berada di kawasan pemukiman Kampung Kandang.
Menurut Basuki, yang menjadi kendala adalah jenis tanah di Jakarta Utara yang lebih banyak lumpurnya ketimbang tanah yang berada di Jakarta Selatan. “Kesulitannya adalah menggunakan alat berat untuk mengeduk tanah dijadikan danau. Ini jelas berbeda dengan tanah di wilayah Jakarta Selatan yang padat. Ini akan menjadi periotas kita untuk segera kita realisasikan pembangunannya setela cuti saya selesai,” jelas Basuki lebih jauh.













