Mendengar itu Basuki tak terganggu, hanya menengok sebentar ke arah pendemo terus melanjutkan kembali pembicaraannya dalam menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan oleh awak media. Ketegangan tak tampak dari raut wajahnya. Basuki nampak tertawa dari celah kaca jendela mobil yang terbuka yang membawanya pergi meninggalkan lokasi sambil menatap para pendemo yang menolak kehadirannya yang dengan teriakan penolakannya mengiringi kepergiannya menuntaskan kerja blusukannya ke Kampung Kandang, Semper Barat, sore jam 17.15 WIB.
‘Pengadang Orang Tak Jelas’
Ina, 29 th, melihat kelakuan dari sekelompok remaja yang di damping para lelaki berkopiah putih mengatakan bahwa mereka adalah sekelompok orang yang tidak jelas. Orang-orang yang tidak tahu berterima kasih. “Mereka tidak sadar kalau KJP, BPJS, itu semua karena Bapak Ahok, kalau bukan dia tidak mungkin kita seperti ini dapat merasakan sesuatu yang serba geratis,” ucap Ina.
Menurut perempuan muda dua anak yang bersuamikan seorang pekerja Cleaning Service di Pusat Pertokoan Kelapa Gading ini, bahwa ketika 2012, saat Basuki berpasangan dengan Jokowi di Kampung Kandang ini suaranya mencapai 70 persen. “Saya tidak ambil pusing soal isu penistaan agama dan gak peduli saya akan tetapi memilih Ahok. Orangnya baik, kerjanya bagus, banyak warga yang miskin ditolong,” ucap Ina lagi. 













