Lebih lanjut, dia meminta masyarakat untuk tidak perlu panik dengan kenaikan harga bahan pokok ini. Bahkan dia menjamin harga bahan pokok akan turun. “Panen raya padi, gula, dan bawang merah akan terjadi menjelang Lebaran. Jika panen tiba, stok kebutuhan pokok rakyat akan melimpah sehingga harga akan kembali normal,” ucapnya dengan nada optimis.
Mendag mengaku, selama periode puasa dan Lebaran, terdapat sejumlah faktor, baik internal maupun eksternal, yang mempengaruhi kondisi pasokan dan harga barang kebutuhan pokok di masyarakat. “Antara lain distribusi dan logistik, spekulasi, dan faktor internasional/kurs valas,” katanya.
Untuk itu, Kemendag telah membuat regulasi pengendalian harga kebutuhan pokok utama, baik hasil pertanian seperti beras, cabe, bawang merah, juga produk industri seperti gula, dan peternakan seperti telur, dan daging. “Kami mengajukan Perpres dan alhamdulillah, Perpres sudah ditandatangani Presiden. Perpres tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting yang isinya akan mengatur harga pada kondisi khusus seperti saat puasa dan Lebaran ini,” katanya.
Selain itu, Kemendag menggelar pelaksanaan pasar murah di 34 provinsi dan di Kantor Kemendag di Jakarta. “Kami juga mendorong kegiatan pasar murah yang dilakukan pihak swasta dan kementerian/lembaga lainnya,” tambah Mendag.













