MANDAILING NATAL – Setelah serangkaian kebocoran gas H₂S yang berulang yang telah menewaskan korban jiwa dan menyebabkan ratusan orang dirawat di rumah sakit, operasi panas bumi PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) kembali mengancam keselamatan warga sekitar.
Kali ini, teror muncul dalam bentuk semburan lumpur panas yang berserakan di lahan-lahan garapan warga, tepat di sekitar wilayah pengeboran panas bumi PT SMGP.
Peristiwa semburan lumpur panas ini terjadi di areal Desa Roburan Dolok, Kecamatan Panyabungan Selatan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.
Desa ini berjarak kurang dari satu kilometer dari wellpad E milik PT SMGP, korporasi yang menguasai wilayah kerja panas bumi (WKP) seluas 62.900 hektare atau 629 km², mencakup 138 desa di 10 kecamatan.
Menurut kesaksian warga Saptar Nasution, Warga Sorik Marapi, Mandailing Natal yang dihubungi JATAM, terdapat setidaknya sepuluh titik semburan lumpur panas yang seluruhnya berada di kebun garapan milik warga.
Berdasarkan perhitungan citra satelit, lokasi semburan berada sekitar 900 meter dari wellpad E dan sekitar 317 meter dari permukiman warga di Desa Roburan Dolok, yang dihuni oleh 1.931 jiwa.
Titik-titik baru semburan lumpur ini rata-rata juga hanya berjarak sekitar 700 meter dari Puskesmas setempat.















