Sementara itu, jarak dari wellpad E ke permukiman warga hanya sekitar 480 meter.
Dia menuturkan bahwa proses munculnya semburan lumpur panas diawali oleh rekahan-rekahan kecil di permukaan tanah yang mengeluarkan asap.
Gejala ini telah terjadi sejak tahun 2021, atau empat tahun setelah pengeboran dilakukan oleh SMGP.
Meski warga telah berulang kali melaporkan kemunculan rekahan tersebut kepada perusahaan, laporan-laporan itu tampak diabaikan.
Seiring waktu, rekahan-rekahan itu membentuk kawah yang terus meluas, disertai bertambahnya jumlah titik kawah baru.
Kawah-kawah tersebut hampir seluruhnya muncul di kebun garapan warga yang ditanami karet, kemiri, dan kakao yang siap panen.
“Setidaknya empat hektare kebun telah rusak akibat semburan lumpur panas sejak 2024. Tak hanya merusak tanaman keras tahunan, lumpur panas yang berbau belerang itu juga muncul di lahan sawah produktif yang biasa digunakan warga untuk menanam padi,” terangnya.
Ancaman Tak Berhenti
Kepala Divisi Simpul & Jaringan Imam Shofwan, menjelaskan semburan lumpur panas di lokasi penambangan panas bumi PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP)—yang diklaim sebagai sumber energi bersih—sebelumnya juga terjadi pada 24 April 2022.















