Ditempat yang sama, Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Dwi Soetjipto, mengemukakan kerjasama finansial dengan Bank Mandiri, Standard Chartered Bank, dan SMBC, dapat mendukung ekspansi bisnis Semen Indonesia Group di kawasan regional melalui pembiayaan untuk cement plant milik salah satu anak usaha Perseroan yaituTLCC, di Vietnam.
“Kredit sindikasi tersebut menunjukkan bahwa bisnis anak usaha Perseroan memiliki prospek yang baik, sehingga perbankan tidak memiliki keraguan untuk memberikan dukungan pembiayaan”, ujar Dwi.
“Semenjak diakuisisi bulan Desember 2012 yang lalu, kinerja TLCC semakin membaik, berkat keberhasilan melakukan post merger integration dan implementasi SAP untuk mendukung proses bisnis TLCC”, ujar Dwi.
Sepanjang tahun 2013, kinerja TLCC mengalami perbaikan dan pada kuartal IV tahun 2013 TLCC mulai membukukan laba usaha. Kinerja yang membaik tercermin dari meningkatnya EBITDA sebesar 15%, dari 351 miliar VND menjadi 404 miliar VND dan EBITDA margin dari 14% di tahun 2012 menjadi 19% di tahun 2013.
Kemudian mampu menurunkan beban bunga dari sebelumnya 481 miliar VND di tahun 2012 menjadi 289 miliar VND di tahun 2013. Kemampuan menurunkan biaya bunga dan kinerja yang terus meningkat mendorong tumbuhnya laba usaha dari 96,1 miliar VND di tahun 2012 menjadi 104,6 miliar VND di tahun 2013.













