JAKARTA – PT Merck Tbk (MERK) selama enam bulan pertama tahun ini, cuma bisa menghimpun laba bersih Rp47,2 miliar atau anjlok 48,34 persen dibandingkan dengan capaian di Semester I-2023 yang sebesar Rp91,36 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan MERK untuk periode berakhir 30 Juni 2024 yang dikutip Kamis (8/8), pendapatan emiten farmasi ini sebesar Rp471,21 miliar atau mengalami penurunan 5,42 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2023 sebesar Rp498,21 miliar.
Di tengah penurunan omzet tersebut, beban pokok penjualan MERK justru membengkak 8,32 persen (year-on-year) menjadi Rp319 miliar, sehingga laba bruto di paruh pertama tahun ini hanya Rp152,21 miliar atau melorot 25,28 persen dibandingkan periode yang sama di 2023 sebesar Rp203,72 miliar.
Sementara itu, laba usaha MERK di Semester I-2024 tercatat Rp57,79 miliar atau ambles 51,23 persen (y-o-y).
Adapun laba sebelum pajak penghasilan selama enam bulan pertama tahun ini senilai Rp62,21 miliar atau terperosok 47,78 persen (y-o-y).
Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) di paruh pertama tahun ini yang sebesar Rp15,01 miliar, maka laba bersih periode berjalan yang dicatatkan Merck menjadi Rp47,2 miliar atau anjlok 48,34 persen (y-o-y).













