Maka pada Semester I-2024, laba per saham MERK menjadi Rp105 atau nyungsep 48,53 persen dari Rp204 per saham pada Semester I-2023.
Per 30 Juni 2024, jumlah ekuitas MERK tercatat Rp699,72 miliar atau merosot 12,08 persen dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2023 yang sebesar Rp795,88 miliar.
Hingga akhir Semester I-2024, total liabilitas tercatat membengkak 66,52 persen (year-to-date) menjadi Rp269,65 miliar, yang didominasi kewajiban jangka pendek mencapai Rp230,26 miliar.
Sampai akhir Juni 2024, total aset Merck sebesar Rp969,37 miliar atau meningkat 1,52 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas Rp77,19 miliar atau melorot 61,68 persen dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2023 yang masih sebesar Rp201,44 miliar.
Apabila mengacu pada cash flow Semester I-2024, emiten yang dikendalikan Merck Holding GmbH ini hanya membukukan arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi senilai Rp26,98 miliar atau nyungsep 71,73 persen (y-o-y).
Adapun arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi senilai Rp1,19 miliar atau lebih rendah 47,34 persen (y-o-y).
Pada Semester I-2024, MERK mencatatkan arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp150,03 miliar atau meningkat 3,57 persen (y-o-y). Arus kas bersih ini terutama dipakai untuk pembayaran dividen kepada para pemegang saham sebesar Rp142,87 miliar













