JAKARTA – Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat laba bersih industri asuransi umum pada semester I 2025 mencapai Rp7,9 triliun, berbalik dari rugi Rp4,2 triliun pada periode yang sama tahun 2024.
Sementara laba bersih industri reasuransi mencapai Rp671 miliar pada semester I 2025, meningkat dibandingkan Rp413 miliar pada semester I 2024.
“Di kuartal kedua telah menunjukkan perbaikan, kenaikannya cukup jauh menjadi masing-masing laba sebelum pajak Rp8,8 triliun dan laba setelah pajak menjadi Rp7,9 triliun (di asuransi umum),” kata Wakil Ketua AAUI Bidang Statistik dan Riset Trinita Situmeang dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (1/9).
Trinita mengungkapkan, kenaikan laba asuransi umum dan reasuransi pada semester I 2025 terutama didorong oleh penyesuaian metode akuntansi.
Tahun lalu, laba sempat negatif karena penyesuaian cadangan premi jangka panjang dan klaim IBNR (Incurred But Not Reported).
Tahun ini, perhitungan sudah lebih konsisten sehingga kinerja berbalik positif, baik di asuransi umum maupun reasuransi.
“Jadi, waktu dihitung setengah tahun, kira-kira tahun lalu itu (laba) minus. Dan di kuartal kedua di tahun ini, kalau ditarik itu kira-kira dia dibandingkan dengan satu semester tahun lalu itu hasilnya sudah membaik. Jadi ada stabilizing result di sini,” kata Trinita seperti dikutip ANTARA.














