JAKARTA,BERITAMONETER.COM- PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) berhasil membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp81,12 miliar (Rp3,94 per saham) pada semester I 2025.
Ini berbanding terbalik dengan periode yang sama tahun 2024 dimana BUVA mencatat rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp9,74 miliar (Rp0,47 per saham).
Dalam laporan keuangan BUVA per Juni 2025, dikutip Jumat (03/10/2025), tercatat, pendapatan bersih Perseroan mengalami peningkatan sebesar 5,25%, dari Rp157,83 miliar per Juni 2024 menjadi Rp166,12 miliar.
Seiring pendapatan, beban pokok pendapatan BUVA juga ikut naik 8,86% dari Rp49,11 miliar menjadi Rp53,46 miliar.
Meski begitu, laba bruto BUVA tetap tumbuh 3,62% dari Rp108,72 miliar per Juni 2024 menjadi Rp112,66 miliar per Juni 2025.
Setelah dikurangi sejumlah beban, BUVA mencatat laba usaha Rp23,40 miliar per Juni 2025, turun 6,55% dari Rp25,04 miliar per Juni 2024.
Ini disebabkan oleh kenaikan beban penjualan, beban umum dan administrasi, beban operasional, pembangunan, pepeliharaan dan energi, serta beban manajemen dan lisensi sepanjang semester I 2025.
Akan tetapi, BUVA mencatat bagian laba neto pada entitas asosiasi sebesar Rp77,40 miliar di semester I 2025.













