JAKARTA – PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) selama enam bulan pertama tahun ini, hanya membukukan laba bersih Rp170,88 miliar atau anjlok 52,79 persen dibandingkan dengan capaian di Semester I-2024 yang sebesar Rp361,95 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan MORA untuk periode berakhir 30 Juni 2025 yang dikutip Rabu (3/9), Moratelindo membukukan pendapatan Rp1,83 triliun atau melorot 14,88 persen dibandingkan dengan perolehan di Semester I-2024 yang mencapai Rp2,15 triliun.
Pada paruh pertama 2025, beban usaha tercatat meningkat menjadi Rp597,39 miliar dari Rp540,37 miliar pada periode yang sama di 2024.
Beban bunga dan keuangan juga masih tinggi, yakni mencapai Rp261,39 miliar, meski sedikit turun dari Rp310,02 miliar pada Semester I-2024.
Seiring kondisi tersebut, laba usaha MORA ikut terkoreksi menjadi Rp494,66 miliar, lebih rendah dibanding Rp825,37 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, laba periode berjalan di Semester I-2025 senilai Rp175,2 miliar atau ambles 59,14 persen (year-on-year).
Per 30 Juni 2025, jumlah ekuitas MORA tercatat Rp7,57 triliun atau meningkat dibandingkan per 31 Desember 2024 yang sebesar Rp7,39 triliun.
Hingga akhir Semester I-2025, total liabilitas Rp6,71 triliun atau menurun dibandingkan per 31 Desember 2024 yang mencapai Rp7,26 triliun.












