JAKARTA – PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) selama enam bulan pertama tahun ini, mencatatkan rugi bersih Rp58,53 miliar atau berbanding terbalik dengan kondisi di Semester I-2024 yang masih bisa membukukan laba bersih Rp10,91 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan BEST untuk periode berakhir 30 Juni 2025 yang dikutip Rabu (6/8), emiten di bawah kendali PT Argo Manunggal Land Development ini hanya meraih pendapatan Rp94,32 miliar atau anjlok 50,5 persen dibandingkan dengan capaian di Semester I-2024 yang sebesar Rp190,54 miliar.
Di tengah penurunan tajam omzet BEST tersebut, perseroan cuma bisa menekan beban pokok pendapatan sebesar 44,19 persen (year-on-year) menjadi Rp41,48 miliar, sehingga laba bruto di Semester I-2025 tercatat ambles 54,53 persen (y-o-y) menjadi Rp52,84 miliar.
Pada paruh pertama 2025, BeFa Industrial Estate mencatatkan rugi sebelum pajak penghasilan sebesar Rp57,45 miliar atau mengalami penurunan kinerja income statement dibandingkan dengan Semester I-2024 yang bisa meraih laba sebelum pajak penghasilan Rp12,42 miliar.
Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) di 1H25 yang sebesar Rp1,08 miliar, maka BEST mengalami rugi periode berjalan sebesar Rp58,53 miliar atau berbanding terbalik dengan kondisi di 1H25 yang membukukan laba periode berjalan senilai Rp10,91 miliar.













