JAKARTA-Bank Indonesia (BI) memperkirakan, tekanan terhadap neraca pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan II-2013 berkurang, kendati pada triwulan I-2013 overall balance NPI mencatat defisit 6,6 miliar dollar Amerika Serikat (AS).
Prospek perbaikan NPI ini dipengaruhi membaiknya kinerja ekspor dan ekonomi global yang pada gilirannya mendukung penuruan rasio defisit neraca transaksi berjalan terhadap PDB.
“Perbaikan NPI juga didorong oleh peningkatkan aliran modal masuk, terutama dalam bentuk PMA,” ujar Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo rapat pembahasan RAPBN-P 2013 di Jakarta, Rabu (22/5).
Menurut dia, prospek perbaikan NPI sudah terlihat pada data terakhir. Pada triwulan II-2013, arus modal masuk meningkat cukup tinggi.
Hal ini ditopang oleh meningkatnya persepsi positif terhadap ekonomi Indonesia seiring membaiknya prospek kesinambungan fiskal dan neraca pembayaran.
Hingga April 2013, kata dia nilai modal asing yang masuk ke Indonesia sebesar 33,8 triliun rupiah. Selain itu, penguatan NPI juga ditopang oleh penerbitan global bond pemerintah.
“Cadangan devisa pada akhir April sebesar 107,3 miliar meningkat dibanding Maret 2013 sebesar 104,8 miliar dollar AS,” jelas dia.
Dengan prospek NPI yang membaik, Perry mengatakan stabilitas rupiah di 2013 akan terjaga 9.600-9.800 per dollar AS.












