“Namun dengan membaiknya kinerja NPI di triwulan II-2013, nilai tukar rupiah lebih kuat dibandingkan proyeksi sebelumnya di kisaran 9.500-9.700 per dollar AS,” jelas dia.
Lebih lanjut dia menjelaskan, kondisi ekonomi Indonesia masih dibayang-bayangi meningkatnya inflasi. Apabila kebijakan penyesuaian harga BBM bersubsidi dilakukan maka target inflasi sebesar 4,5 plus 1 persen di 2013 bakalan terlewati.
Asesmen BI menunjukan, kenaikan BBM sebesar 2.000 rupiah per liter untuk premium dan 1.000 rupiah per liter untuk solar akan memberikan tambahan inflasi sebesar 2,46 persen.
Peningkatan inflasi ini berasal dari dampak langsung kenaikan harga BBM dan dampak lanjtannya ke barang seperti biaya transportasu dan naiknya harga pangan.
“Resiko inflasi 2013 akibat penyesuaian harga memang sulit dihindari,” kata dia.
Namun demikian, Perry memperkirakan dampak kebijakan pengurangan subsidi BBM ini bersifat sementara.
“Memang dampaknya pada 2-3 bulan ke depan. Tetapi pada triwulan I-2014, inflasi secara tahunan akan kembali normal,” ujar dia.












