JAKARTA-Bernyanyilah bangsaku, Indonesia ! Dengan bernyanyi, bangsa Indonesia dapat mengekspresikan keindahan, kebahagiaan, kedukaan, persatuan, pujian, perdamaian. Bernyanyi mampu membuat orang jatuh cinta, bernyanyi mampu membuat orang mengeluarkan air mata, bernyanyi mampu menggerakan orang lain untuk menolong, bernyanyi mampu mengurangi penderitaan orang lain. Oleh karena itu, Bangsa Indonesia diminta untuk bernyanyi dengan nada-nada indah dan bukan berteriak yang tanpa nada dan memekakan telinga orang yang mendengarkan.
Demikian kesimpulan dari pembicaraan para nara sumber seminar nasional “Membangun Harmoni, Merawat NKRI Melalui Seni Budaya – Dari Jakarta Menuju Ambon” yang diselenggarakan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN), di Gedung Stovia, Jakarta, Rabu (8/8/2018).
Hadir sebagai pembicara dalam seminar itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Kepala BNN RI Komjen Pol. Heru Winarko, Theofransus Litaay yang mewakili Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Pur) Moeldoko, penyanyi Lisa A Riyanto, Brian “Jikustik” Prasetyoadi, Budayawan Rm Aloysius Budi Purnomo serta dipandu oleh moderator senior Prita Laura
Menurut Lisa A Riyanto, suara adalah anugerah tak terhingga dari Sang Pencipta kepada manusia. Dan bernyanyi adalah bentuk seni budaya yang paling asasi dan tertua yang dimiliki oleh semua orang. Oleh karena itu, menurut Lisa A Riyanto, pesta paduan suara gerejani (Pesparani) yang akan diadakan Ambon pada Oktober 2018, mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk memperat persaudaraan.













