“Dalam pesta paduan suara seperti di Ambon nanti, saya kira akan memberikan dampak luar biasa karena mereka yang senang bernyanyi saling bertemu di propinsi yang terkenal dengan nyanyiannya. Dan saya bisa sangat paham mengapa panitia mengaitkan pesparani dan gerakan anti narkoba. Karena kegiatan positip dapat menghindarkan generasi muda dari kebiasaan negatip,” ujar Brian “Jikustik” Prasetyoadi ini.
Brian juga menambahkan, Indonesia adalah negeri yang indah. Keindahan itu akan semakin muncul dan bahkan lebih indah lagi saat berbagai suku dari seluruh pelosok Indonesia menyatukan langkah dan memuji keindahan ibu pertiwi. Oleh karena itu, menurut Brian, Jikustik telah merekam satu lagu yang memuja Indonesia dan Merah Putih.
Dalam sambutannya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa, Gereja Katolik Indonesia membuat sejarah baru dengan pesparani nasional ini. Bertemunya umat Katolik seluruh Indonesia di Ambon dengan thema bernyanyi hendaknya menggerakan seluruh bangsa untuk ikut bernyanyi pula. Membangun perdamaian dan persatuan melalui pertemuan umat dari berbagai suku hendaknya merupakan tujuan dari Pesparani Nasional ini.
Theofransus Litaay yang mewakili Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Pur) Moeldoko, menegaskan bahwa dipilihnya Ambon sebagai tempat pesparani sangat cocok dengan pengalaman sejarah beberapa tahun lalu di mana Maluku terpecah persatuan persaudaraannya. Dan karena keinginan bangkit menjadi satu saudara kembali inilah, Ambon menjadi tempat bagi berbagai penyelenggaraan kegiatan berbagai agama.













