“Jadi Bu Risma ada di sini. Mereka menyerang di sana, bakar-bakar ban. Kemudian ditembak gas air mata, saya muncul dari sisi utara. Setelah itu ada yang melihat. Kemudian mereka ke arah utara, saya berada di Selatan.”
“Kemudian saya pimpin penutupan itu sendiri. Saya ingin sampaikan, kalau kita punya keyakinan dan itu di jalan Allah, kita tidak perlu takut. Karena pasti Allah melindungi kita kalau di jalan kebenaran,” kata Risma mengenai penutupan Dolly satu dasawarsa lalu.
Risma menceritakan usai penutupan Dolly, membuat program memang sesuai keinginan warga.
“Sesuai keinginan mereka. Passion mereka. Ada yang di bidang batik. Ada membuat sablon, sandal, makanan menjahit dan sebagainya,” sebutnya.
Calon Wakil Bupati Jember K. H. Muhammad Balya Firjaun Barlaman yang akrab dipanggil Gus Firjaun mengakui dirinya kaget mendengar bahwa Risma masih ada kaitan dengan KH Hasyim Asyari dan menyatakan apresiasi atas keberanian Risma.
“Saya baru tahu ini tadi. Beliau memang sangat gigih dalam merebut kemerdekaan. Makanya semangat panglima perang itu mengalir ditubuh beliau maka itu kita respek sama keberanian beliau. Ketegasan menjalankan apa yang diyakini kebenarannya. Sekali melangkah terus melangkah. Ini yang kami respek. Mudah mudahan beliau panjang umur, diberi kesehatan, memberi manfaat bagi umat,” sebut Gus Firjaun.















