“Biasanya kami dapat Rp35 ribu. Tapi di sini normal, alhamdulillah Rp18 ribu. Kami minta ada lagi (operasi pasar), supaya semua kebagian dan adil. Senang sama-sama senang,” ungkapnya.
Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, mengatakan operasi pasar ini digelar untuk mencukupi pasokan energi bagi masyarakat pascabencana di Aceh.
Pemerintah daerah bekerja sama dengan Pertamina setelah menerima laporan adanya kenaikan harga elpiji yang cukup tinggi.
“Operasi hari ini kita lakukan bersama kawan-kawan Pertamina untuk mereduksi persoalan-persoalan tersebut. Kita pastikan harga di sini tetap sesuai dengan ketentuan,” kata Afdhal.
Selain itu, operasi pasar ini juga bertujuan membantu masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan pascagempa agar tetap dapat memenuhi kebutuhan gas rumah tangga dengan harga terjangkau.
“Biar lebih terjangkau dan ini bisa menekan inflasi-inflasi yang ada di kota Bandar Aceh,” pungkasnya.















