Pada pelaksanaan IPO, ADCP melepas sebanyak 2,22 miliar saham atau setara dengan 10 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.
Sebelumnya ADCP akan menawarkan sebanyak-banyaknya 8 miliar saham, dengan rentang harga penawaran awal (book building) senilai Rp130-Rp200 per saham.
Dengan ditetapkannya harga penawaran umum yang berada di batas bawah atau senilai Rp130 per saham untuk sebanyak 2,22 miliar saham, maka melalui aksi korporasi ini ADCP cuma bisa meraup dana masyarakat melalui pasar modal sebesar Rp288,8 miliar.
“Melalui IPO ini, ADCP telah menyiapkan strategi yang matang dan terintegrasi untuk jangka pendek, menengah dan panjang. Kami optimistis, bisnis ADCP akan terus berkembang seiring adanya dukungan dari induk usaha kami, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI),” kata Direktur Utama ADCP, Rizkan Firman di Jakarta, Rabu (23/2).
Berdasarkan Prospektus IPO ADCP, dana hasil IPO setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan untuk pengembangan proyek eksisting dan recurring sebesar 45 persen, sebesar 35 persen untuk mengakuisisi lahan dan sisanya akan digunakan untuk pembayaran kembali sebagian pokok obligasi Seri A.












