JAKARTA-Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Abraham Liyanto mendukung salah satu keputusan KTT ASEAN yang memberantas perdagangan orang.
Pasalnya, tindakan perdagangan orang di wilayah ASEAN masih tinggi.
“Mafia yang bermain di sektor ini masih banyak dan terus bergerilya. Perdagangan orang itu kayak dagang barang aja mereka buat. Mudah sekali manusia diperdagangkan,” kata Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Abraham Liyanto di Jakarta, Rabu, (17/5/2023).
Senator asal NTT itu mengapresiasi hasil KTT ASEAN yang digelar di Labuan Bajo, NTT pekan lalu.
Salah satunya berupa deklarasi perang terhadap perdagangan orang. Ada 15 poin dalam deklarasi yang dihasilkan.
Diantaranya memperkuat kerja sama dan koordinasi terhadap Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang disebabkan oleh penyalahgunaan teknologi melalui berbagai mekanisme regional dan inisiatif ASEAN.
Kemudian, memperkuat upaya regional mengidentifikasi korban yang diperdagangkan atau calon korban.
Termasuk melalui metode berbasis teknologi untuk mencegah kriminalisasi dan penahanan mereka, tunduk pada hukum domestik, serta mendorong pengembangan pedoman identifikasi yang direkomendasikan di tingkat nasional.














