RUTENG-Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Adrianus Garu mengatakan, dampak negatif arus globalisasi yang sangat dasyat saat ini hanya bisa dibendung jika bangsa ini memelihara dan menumbuhkan rasa cinta warga terhadap tanah air dan nilai-nilai luhur bangsa. Karena itu, dia mengajak para pemuda agar menjadi pelopor dalam menjaga pilar-pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indoensia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Penegasaan ini disampaikan Adrianus terkait peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2015. “Globalisasi membawa masyarakat tercerabut dari lingkungannya atau bangsanya. Globalisasi menyebabkan memudarnya rasa cinta warga terhadap bangsa ini. Untuk itu, perlu penguatan atau revitalisasi semangat kebangsaan ini,” tegasnya.
Senator NTT ini mengajak para pemuda agar menjadi garda terdepan untuk menjaga pilar-pilar bangsa. Jika pemuda abai atau luntur rasa cinta akan nilai-nilai luhur bangsa maka bangsa ini tinggal menunggu waktu untuk hancur. “Sumpah Pemuda tidak hanya sekedar dirayakan. Kita semua sebagai anak bangsa harus punya spirit dan semangat yang sama seperti dilakukan para pemuda 28 Oktober 1928 dulu,” kata Adrianus dalam keterangan pers yang dikirim ke redaksi, Kamis (29/10).














