ADVERTISEMENT
Berita Moneter
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • HOME
  • BURSA
    • Hot News
    • Saham
    • Pasar Modal
  • KEUANGAN
    • Asuransi
    • Bank
    • Bank Syariah
    • Koperasi
    • Kurs
    • Kripto
  • MAKROEKONOMI
    • Energi
    • Perdagangan
    • Investasi
    • Industri
    • Pariwisata
    • Properti
    • i-Tech
    • Travel
  • NASIONAL
    • Politik
    • Hukum
    • Regional
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
    • Opini
  • OTOMOTIF
  • EQUIPMENT
  • LAINNYA
    • Interview
    • Olahraga
    • Profile
    • Celebrity
  • Login
  • HOME
  • BURSA
    • Hot News
    • Saham
    • Pasar Modal
  • KEUANGAN
    • Asuransi
    • Bank
    • Bank Syariah
    • Koperasi
    • Kurs
    • Kripto
  • MAKROEKONOMI
    • Energi
    • Perdagangan
    • Investasi
    • Industri
    • Pariwisata
    • Properti
    • i-Tech
    • Travel
  • NASIONAL
    • Politik
    • Hukum
    • Regional
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
    • Opini
  • OTOMOTIF
  • EQUIPMENT
  • LAINNYA
    • Interview
    • Olahraga
    • Profile
    • Celebrity
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Berita Moneter
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • HOME
  • BURSA
  • KEUANGAN
  • MAKROEKONOMI
  • NASIONAL
  • OTOMOTIF
  • EQUIPMENT
  • LAINNYA
Home Makroekonomi

Senator NTT: Politik Anggaran Tidak Adil

gatti Reporter : gatti
23 Agu 2015, 6 : 49 AM
3k 190
0
3.2k
SHARES
6.3k
VIEWS
ADVERTISEMENT

BacaJuga :

Maraknya Peredaran Rokok Ilegal, PMKRI Ruteng Siap Geruduk Bea Cukai Labuan Bajo

LBP Minta Pemprov Bali Selektif Terima Wisatawan Asing

JAKARTA-Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Provinsi NTT Adrianus Garu menilai ketimpangan pengembangan ekonomi dan pembangunan di Indonesia disebabkan oleh kebijakan keuangan negara yang terlalu menumpuk atau terkonsentrasi dipusat. Karena itu, Indonesia tidak akan pernah mengalami kemajuan jika desain penganggaran nasional tidak berdasarkan sistem keadilan. “Selama ini yang berlaku adalah 70 persen dana APBN untuk pemerintah pusat. Hanya 30 persen yang dikucurkan ke daerah. Ini kan tidak adil,” ujar Adrianus di Jakarta, Minggu (23/8).
Karena itu, anggota senator asal NTT ini mengusulkan sistem perimbangan keuangan pusat dan daerah harus diubah persentasenya. Jika selama ini, pemerintah pusat mendapat porsi anggaran terbesar maka kedepan harus diubah dengan memberikan alokasi APBN lebih besar ke daerah. “Saya menguslkan agar dibalik yaitu 70 persen untuk daerah dan 30 persen untuk pemerintah pusat. Jika usulan itu banyak pertentangan, harus imbang yaitu 50 persen untuk pusat dan 50 persen untuk daerah,” tuturnya.
Dia menjelaskan, jika politik anggaran nasional ini tidak diubah maka pemerataan pembangunan yang menjadi cita-cita pemerintah tidak akan terwujud. Bahkan dampak dari ketidakadilan alokasi anggaran ini, banyak kepala daerah yang datang ke Jakarta hanya untuk mencari celah guna mendapatkan tambahan anggaran.“Fenomena kepala daerah lebih sering di wilayah lain bukan kesalahan para kepala daerah tetapi politik anggaran yang tidak adil,” ujarnya.
Secara terpisah, anggota Komisi III DPR RI Faizal Bakri mengatakan ketimpangan wilayah di Indonesia tidak akan akan semakin melebar bila pemerintah tetap menggunakan pengalokasian anggaran pembangunan berdasarkan pendekatan jumlah penduduk. “Pemerintah sudah saatnya menerapkan sistem keadilan dalam sistem penganggaran kita dan persentasenya tidak perlu 50:50 tetapi bisa 70:30 atau 60:40. Kalau pendekatannya hanya terfokus pada jumlah penduduk maka daerah berpenduduk sedikit tidak akan pernah bisa maju,” tukasnya.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar (PG) dari kubu Agung Laksono (AL) Agun Gunanjar menilai, fenomena para kepala daerah lebih sering di Jakarta atau wilayah lainnya daripada di daerahnya sendiri terjadi karena politik anggaran yang keliru di negara ini. Anggaran masih lebih besar menumpuk dan berada di Jakarta.
Menurut dia, fenomena para kepala daerah lebih sering di Jakarta bukan baru terjadi sekarang. Fenomena itu sudah mulai terjadi sejak zaman reformasi. “Jangan salahkan kepala daerah atau dinas-dinas di daerah. Politik anggaran yang tidak benar. Kalau mau diubah kebijakannya, yang banyak dikucurkan ke daerah. Dana untuk kementerian sedikit saja,” kata Agun di Jakarta, Sabtu (22/8).
Ia mengasosiasikan dengan sebuah organisasi. Menurutnya, organisasi itu menganut piramida yaitu hanya sedikit di pucuk pimpinan dan banyak yang berada di bawahnya. Namun, dalam politik anggaran di negara ini, malah mengambil piramida terbalik, yaitu yang banyak mendapat anggaran malah di pucuk organisasi yaitu di pusat.

Scroll untuk lanjutkan membaca.
Halaman :
12Berikutnya
Share1290Tweet806SendSharePin290Share226
Berita Sebelumnya

Jubir JK: Isu Mundur Itu, Hanya Imajinasinya Tjipta Lesmana

Berita Selanjutnya

Hamka: Intervensi Rupiah Ibarat Buang Garam ke Laut

Berita Terkait

Kuartal I-2024, DMAS Raup Marketing Sales Rp 560 Miliar
PROPERTI

Puradelta Lestari (DMAS) Bidik Prapenjualan Rp2,08 Triliun pada 2026

27 Feb 2026, 10 : 34 AM
DPD GMNI DKI Jakarta Bongkar Kemiskinan Semu Versi Negara
Makroekonomi

DPD GMNI DKI Jakarta Bongkar Kemiskinan Semu Versi Negara

27 Feb 2026, 6 : 48 AM
Maraknya Peredaran Rokok Ilegal, PMKRI Ruteng Siap Geruduk Bea Cukai Labuan Bajo
Hot News

Maraknya Peredaran Rokok Ilegal, PMKRI Ruteng Siap Geruduk Bea Cukai Labuan Bajo

26 Feb 2026, 9 : 27 PM
LBP Minta Pemprov Bali Selektif Terima Wisatawan Asing
Budpar

LBP Minta Pemprov Bali Selektif Terima Wisatawan Asing

26 Feb 2026, 3 : 36 PM
Ketua Banggar DPR RI Minta Agrinas Tak Perlu Impor Mobil Niaga Dari India
Makroekonomi

Ketua Banggar DPR RI Minta Agrinas Tak Perlu Impor Mobil Niaga Dari India

25 Feb 2026, 2 : 36 PM
Mega Manunggal Property (MMLP) Catat Pendapatan Rp355,65 Miliar pada 2025, Naik 3,59%
PROPERTI

Mega Manunggal Property (MMLP) Catat Pendapatan Rp355,65 Miliar pada 2025, Naik 3,59%

24 Feb 2026, 11 : 37 AM
Berita Selanjutnya
Hamka: Intervensi  Rupiah Ibarat Buang Garam ke Laut

Hamka: Intervensi Rupiah Ibarat Buang Garam ke Laut

IGJ: Pemerintah Teledor, Hapuskan Bahasa Indonesia Bagi TKA

IGJ: Pemerintah Teledor, Hapuskan Bahasa Indonesia Bagi TKA

Rakyat Harus Jadi Subyek Kemerdekaan

Rakyat Harus Jadi Subyek Kemerdekaan

Berita Populer

  • Haryanto Badjoeri, Pensiunan Pejabat DKI yang Tak Pernah Sepi Hatinya

    Haryanto Badjoeri, Pensiunan Pejabat DKI yang Tak Pernah Sepi Hatinya

    3289 shares
    Share 1316 Tweet 822
  • IHSG Pagi Ini Melejit 1,23% ke 8.373,237 Berkat Saham BBCA, BBRI, BMRI, TLKM, UNVR, ASII, BUMI dan GOTO

    3258 shares
    Share 1303 Tweet 815
  • Tunggu RUPSLB, Bakrie and Brothers Gelar Right Issue Sebanyak 90 Miliar Saham

    3250 shares
    Share 1300 Tweet 813
  • Luncurkan GMA Affiliate Mega Pro, Gus Choi: Bisnis Gotong Royong Untuk Mencapai Kesejahteraan

    3545 shares
    Share 1418 Tweet 886
  • Ekspansi ke Jogjakarta, PT Garda Nusa Nipa Bangun Jejaring dan Silaturahmi ke Lingkungan Kraton

    3241 shares
    Share 1296 Tweet 810

Opini

United Tractors Bagi Dividen Interim Rp567 per Saham pada 24 Oktober 2025

United Tractors (UNTR) Bukukan Laba Rp14,81 Triliun pada 2025, Turun 24,17%

27 Feb 2026, 11 : 59 AM
Jubir OJK: IHSG Terkoreksi Virus Corona

IHSG Sesi I Turun 0,31% Terimbas Saham TLKM, ASII, DEWA dan BUMI

27 Feb 2026, 11 : 51 AM
Bantah Laporan FTSE Russell, BREN Klaim Saham Free Float Capai 11,66%

Awal Perdagangan, IHSG Anjlok 1,42% Dipicu Saham BBCA, BBRI, BMRI, TLKM, ASII, BUMI dan DEWA

27 Feb 2026, 10 : 14 AM
Cahaya Islam di Jerman: Upaya Pengakuan Identitas Islam di Jantung Eropa

Cahaya Islam di Jerman: Upaya Pengakuan Identitas Islam di Jantung Eropa

27 Feb 2026, 6 : 37 AM
Amrih Jinangkung Serahkan Surat Kepercayaan kepada Raja Belanda

Amrih Jinangkung Serahkan Surat Kepercayaan kepada Raja Belanda

26 Feb 2026, 7 : 30 PM
Suar News
Facebook Twitter Instagram TikTok Telegram
Berita Moneter

BERITAMONETER.COM menjadi portal berita yang paling terdepan hadir diruang kerja anda dengan menyuguhkan berita akurat yang sangat diperlukan bagi para pengambil kebijakan.
© 2024 - ALL RIGHTS RESERVED.

REDAKSI KAMI

Ruko Vinewood Residence 2, Jl. Moch. Kahfi II, RT.9/RW.5, Srengseng Sawah, Kec. Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12640

TENTANG KAMI

  • About
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • IKLAN Advertorial
  • REDAKSI
  • indeks
  • Feed

© 2024 Berita Moneter - Berita Tentang Moneter Terlengkap Dan Terkini BeritaMoneter.Com.

Selamat Datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Lupa Kata Sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • HOME
  • BURSA
    • Hot News
    • Saham
    • Pasar Modal
  • KEUANGAN
    • Asuransi
    • Bank
    • Bank Syariah
    • Koperasi
    • Kurs
    • Kripto
  • MAKROEKONOMI
    • Energi
    • Perdagangan
    • Investasi
    • Industri
    • Pariwisata
    • Properti
    • i-Tech
    • Travel
  • NASIONAL
    • Politik
    • Hukum
    • Regional
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
    • Opini
  • OTOMOTIF
  • EQUIPMENT
  • LAINNYA
    • Interview
    • Olahraga
    • Profile
    • Celebrity

© 2024 Berita Moneter - Berita Tentang Moneter Terlengkap Dan Terkini BeritaMoneter.Com.