Carol Aji ikut dalam ekspedisi wisata nusantara bersama wisatawan mancanegara (wisman) dari Tiongkok. Laporan perjalanan wisata esklusif ini akan disampaikan secara berseri. Berikut liputannya.
Minggu , 29 November 2015 sore. Dua kapal yang membawa rombongan turis asal Tiongkok buang jangkar di perairan Gili Lawa Darat. Perairan ini persis sebuah danau karena diapit oleh beberapa pulau kecil termasuk Pulau Gili Lawa Darat. Sebagai “danau”, ia tidak cukup luas. Tak sebesar Danau Toba. Tapi sesungguhnya ini adalah lautan. Suasananya teduh.
Lalu matahari turun perlahan hingga akhirnya menghilang di balik bukit. Saya berbaring pada sebuah kursi malas di atas geladak kapal. Tak ada atap. Kecuali langit biru. Di situ ada tiga kursi dan dua kasur dilapisi sprei putih.
Beberapa turis berbaring di atas kasur tersebut. Kami sama-sama menikmati senja yang indah.
Ketika matahari sudah bersembunyi di balik bukit, tiba-tiba empat ekor elang turun dari gunung dan terbang rendah di atas kapal kami. Mereka, dengan suaranya yang nyaring, seakan menyapa tamu dua kapal tersebut. Burung-burung itu tidak sedang ingin terkam wisatawan. Mereka hanya mengincar ikan yang berkeliaran di skitar kapal.
Mata elang sangat tajam. Mereka bisa melihat ikan yang muncul ke permukaan dan seketika itu juga mereka turun dan menangkap dengan kakinya yang kokoh.















