Pada kesempatan yang sama, Ketua AAEI, David Sutyanto, tema Market Outlook 2025 kali ini sangat relevan dengan kondisi market, karena saat ini ekonomi hijau menjadi concern negara maju maupun berkembang dalam mewujudkan sistem keuangan berkelanjutan.
David menilai, penerapan sistem keuangan berkelanjutan diyakini bisa menopang berbagai pembangunan infrastruktur dan proyek ramah lingkungan, sehingga industri pasar modal diharapkan bisa mendorong praktik ekonomi hijau.
Menurut David, Indonesia sudah berkomitmen mencapai net zero emission pada tahun 2060 melalui penerapan energi baru dan terbarukan (EBT), efisiensi energi dan praktik-praktik bisnis ramah linkungan.
Sektor infrastruktur dinilai sebagai fondasi utama untuk mencapai pembangunan ramah lingkungan, akses energi bersih hingga sanitasi.
Namun demikian, kata dia, sejauh ini terdapat sejumlah faktor global yang menjadi tantangan bagi penerapan ekonomi hijau, tensi geopolitik yang terus memanas, ketegangan hubungan dagang antara AS dan China, serta dinamika kebijakan moneter maupun global fund.
Pada agenda Market Outlook 2025 ini, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono menyatakan, pemerintah akan memperhatikan pentingnya pembangunan infrastruktur berwawasan hijau, guna mendukung terwujudnya sasaran net zero emission pada tahun 2060.















