Dengan pemangkasan suku bunga ini, sektor emas dan perbankan akan diuntungkan, karena pemangkasan BI Rate yang terjadi sebelumnya akan segera berdampak pada penurunan suku bunga perbankan.
Dengan sentimen yang seimbang tersebut, ungkap Rully, pada akhir 2025 posisi IHSG akan ditutup pada level 6.900.
Selain itu, lanjut dia, instrumen obligasi juga diprediksi akan diuntungkan dari pemangkasan BI Rate, karena hal ini bisa menekan yield dan mendorong kenaikan harga instrumen surat utang.
Dia menyampaikan, baru-baru ini Lembaga Moneter Internasional (IMF) merevisi pertumbuhan ekonomi dunia di 2025 menjadi 3,1 persen dari prediksi sebelumnya sebesar 2,8 persen dan 3 persen.
Hal ini disebabkan penundaan pemberlakuan tarif perdagangan AS, sehingga berbagai mendorong aktivitas ekspor-impor di awal (front loading).
Rully menyebutkan, Indonesia merupakan salah satu negara dengan surplus perdagangan yang cukup tinggi, yaitu mencapai USD4,3 miliar pada Mei 2025 dan sebesar USD4,1 miliar pada Juni 2025.
Namun dia memprediksi, pemberlakuan tarif oleh Presiden AS, Donald Trump akan mempengaruhi aktivitas perdagangan dunia secara signifikan, termasuk Indonesia.













