JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menargetkan, pada tahun ini perseroan akan membangun 10.000 unit rumah rendah emisi, sejalan dengan upaya mempertemukan pelaku UMKM produsen material ramah lingkungan dengan mitra pengembang perumahan.
Berdasarkan siaran pers BBTN yang dikirim melalui surat elektronik, Rabu (4/6), rencana pengembangan hunian rendah emisi tersebut juga sebagai bagian dari roadmap BTN menuju pembangunan 150.000 unit Rumah Rendah Emisi (RRE) hingga 2029.
Menurut Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, perseroan menargetkan pula penggunaan material ramah lingkungan sebesar minimal 15 persen di setiap unit hunian mulai tahun ini.
Dia menyatakan, perubahan iklim merupakan kenyataan global yang dampaknya sudah dirasakan di Indonesia.
“Ini merupakan upaya BTN mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan ekonomi hijau, termasuk dari sektor perumahan. Tahun ini harapannya ada 10.000 rumah rendah emisi yang akan menjadi stepping stone bersama untuk kebaikan bumi,” ucap Setiyo dalam agenda Sosialisasi Rumah Rendah Emisi di Bandung, Jawa Barat.
Lebih lanjut dia mengatakan, upaya meningkatkan jumlah rumah rendah emisi juga menjadi langkah strategis BBTN untuk mendukung target pemerintah yang akan menekan kenaikan suhu bumi di bawah 1,5 derajat celcius dan mencapai net zero emission pada 2060.















