“Perubahan iklim memiliki dampak bagi pertumbuhan ekonomi, karena berpengaruh pada rantai pasok pangan dan menjalar ke sektor lainnya. Sehingga, BTN sebagai enabler ekonomi juga akan berupaya mendukung pembangunan rumah rendah emisi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” papar Setiyo.
Per akhir 2024, BBTN telah menggandeng delapam pengembang yang mulai menerapkan 10 persen material ramah lingkungan dalam pembangunan 1.367 unit rumah pada di 2024.
Jika target 150.000 unit rumah rendah emisi tercapai, menurut Setiyo, hal ini akan mengurangi limbah plastik hingga lebih dari 2,2 juta kilogram atau setara 1,3 miliar bungkus mie instan.
Bahkan, ungkap dia, langkah BBTN tersebut juga akan menciptakan pengurangan 2.425 ton emisi karbon atau setara dengan menanam 110.000 pohon.
“Melalui inisiatif ini, BTN berkomitmen tidak hanya menyediakan akses perumahan yang terjangkau dan layak huni, tetapi juga dalam mendorong gaya hidup rendah emisi dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bagi Indonesia,” tutur Setiyo.















