JAKARTA-Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat rasio elektrifikasi Indonesia sebesar 93,08% hingga September 2017. Angka tersebut telah melampuai target rasio elektrifikasi 2017 sebesar 92,75%. Lompatan elektrifikasi ini jauh meningkat dibanding 2016 yang hanya sebesar 91,16%.
Pemerintah Presiden Joko Widodo mentargetkan rasio elektrifikasi hingga akhir 2019 sebesar 96%.
Demikian keterangan yang mengutip www.esdm.go.id di Jakarta, Kamis (30/11/2017).
Lima pilar dalam meningkatkan tata kelola sektor ketenagalistrikan di Indonesia; meningkatnya rasio elektrifikasi, distribusi yang adil, keberlanjutan terkait kesetaraan dan keberlanjutan, iklim investasi yang kondusif dan pertumbuhan ekonomi serta tata kelola yang baik.
Capaian ini merupakan kerja nyata pemerintah dalam upaya
meningkatkan akses masyarakat terhadap listrik, baik melalui jaringan PT PLN (Persero) maupun dan Pengembang listrik swasta (Independent Power Producer/IPP).
Berdasarkan data ESDM, tingkat konsumsi listrik Indonesia, satu tingkat di atas Filipina. Indonesia menduduki posisi enam di Asia Tenggara. Sedangkan peringkat pertama diisi oleh Singapura, setelah itu disusul Negeri Jiran, Malaysia yang berada di posisi kedua. Urutan berikutnya adalah Thailand, dan Vietnam.














