BANTEN-Pemerintah terus memacu industri alas kaki yang mampu menyerap tenaga kerja massal. Pengembangan industri ini juga guna mendongkrak ekspor dan pangsa pasar sepatu produk Indonesia di pasar global.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat, penciptaan industri alas kaki menyumbang devisa sebesar USD 4,11 milar atau 2,33% dari total ekspor nasional pada tahun 2014. Dari sisi lapangan kerja, industri ini menyumbang lapangan Kerja sebanyak 643 ribu orang yang setara dengan 4,21% dari tenaga Kerja industri manufaktur.
Selain alas kaki, pemerintah juga memacu industri padat karya lainnya yaitu industri tekstil dan makanan minuman. “Ini membuktikan pemerintah ingin industri padat karya yang mempekerjakan tenaga kerja dalam jumlah besar ini terus berkembang,” kata Menteri Perindustrian Saleh Husin saat menghadiri peluncuran program “Investasi Padat Karya untuk Penyerapan Tenaga Kerja Indonesia” di Balaraja, Tangerang, Banten, Senin (5/10).
Program itu digelar oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di pabrik PT Adis Dimension Footwear dan dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo.
Sebelumnya, Presiden Jokowi menegaskan optimismenya bahwa ekonomi Indonesia bakal terus bergeliat seiring realisasi investasi dalam dan luar negeri serta digulirkannya paket stimulus kebijakan ekonomi. “Masih banyak peluang di negara kita yang bisa diangkat menjadi sebuah investasi yang menciptakan lapangan kerja,” kata Presiden.














