Pangsa pasar alas kaki buatan Indonesia di pasar dunia sebesar 2,85% pada tahun 2014 dan menduduki peringkat 6 besar setelah China, Italia, Vietnam, Jerman dan Belgia. Hal ini memperlihatkan bahwa industri alas kaki mempunyai peluang untuk terus meningkatkan ekspor.
Kepala BKPM Franky Sibarani, menyatakan pemerintah ingin mengkomunikasikan kepada publik dan investor bahwa di saat marak pemberitaan tentang PHK, ternyata banyak perusahaan sektor padat karya yang tetap melaksanakan realisasi proyek investasinya dan menyerap tenaga kerja.
Terdapat 16 perusahaan yang terdiri dari 11 PMA dan 5 perusahaan PMDN investasi padat karya di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Serapan tenaga kerja sedikitnya 121.285 orang dalam kurun waktu 5 tahun (2015-2019).
Nilai total rencana investasi sebesar Rp18,9 Triliun dan total realisasi investasi sebesar Rp11,4 Triliun (sampai dengan September 2015) dengan total perkiraan nilai ekspor sebesar US$ 1.3 Miliar. “Pelaku industri padat karya juga masih membutuhkan tenaga kerja baru seperti salah satu pabrik garmen di Boyolali. Mereka bahkan masih kekurangan sebanyak 12 ribu karyawan,” papar Saleh.
Kemenperin juga melanjutkan Program Restrukturisasi Mesin/Peralatan Industri TPT, alas kaki dan penyamakan kulit. Langkah ini diambil mengingat sambutan yang positif dari pelaku industri maupun pemangku kepentingan lainnya. “Program ini dalam mengakselerasi peningkatan kinerja industri dan penyerapan tenaga kerja,” ujar Dirjen Industri Kimia, Tekstil dan Aneka Kemenperin, Harjanto.














