Pramono mengatakan, dalam menghadapi persoalan laut, ego sektoral harus dilawan bersama. Untuk itu, dia meminta agar jangan ada badan tertentu memperkuat dirinya sampai membuat akademi. “Kami percaya bahwa Polri, TNI AL masih bisa menjaga laut RI sehingga tidak ada tambahan yang menjadi beban anggaran,” ujar Seskab yang disambut dengan tepuk tangan para peserta Seminar Sespimma Polri 2015.
Seskab menjelaskan, sekarang Indonesia sudah mempunyai kapal pengangkut khusus sapi agar proses pengangkutan dari NTT menuju Jakarta dapat lebih cepat sehingga kualitas daging sapi dapat terjaga.
Selain membangun tol laut, lanjut Seskab, pemerintah juga berkomitmen membangun 100 pelabuhan laut non komersial.
Sementara terkait illegal fishing, Presiden Jokowi telah menugaskan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sebagai Ketua Satgas illegal fishing, sehingga bisa memerintahkan untuk menindak dan menenggelamkan kapal.
Sementara itu Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti mengatakan KKP dan dan Polri masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk penyelesaian kasus illegal fishing yang masih harus disegerakan. “Kawan kepolisian, Indonesia negara yang luar biasa. Kewajiban Kelautan dan Perikanan menjaga misi Presiden untuk menuju masa depan bangsa. Hanya tinggal laut yang kita punya, yang bisa dijaga dan terus bertambah, kalau tambang dan hutan sudah habis. Harus dijaga dengan program berkelanjutan jadi laut bisa membawa pertumbuhan (ekonomi) diatas 10%, supaya kita bisa tua punya duit,” pesan Susi.














