Atau, mereka memang menginginkan negara ini hancur, luluh lantak berantakan agar Presiden Jokowi terdown-grade dan akhirnya mendapat krisis kepercayaan oleh rakyat.
Jika seperti itu tujuan mereka, faktanya menjadi benar kalau sesungguhnya gerakan mereka ada yang meremote dari belakang dengan adanya peran bohir yang memiliki agenda politik jahat.
Padahal, jika kita sedikit saja melihat dari sisi kemanusiaan, saat ini Presiden Jokowi dan jajarannya sedang memiliki tugas berat untuk menekan tingkat penyebaran virus covid 19 yang sudah menyebar ke seantero negeri.
Tidakkah kita turut prihatin atas kondisi tersebut? Jika memang BEM UI, HMI MPO dan BEM SI adalah agent of change, insan intelektual, dan generasi penerus bangsa, semestinya mereka memiliki empati atas musibah pandemi yang sudah mewabah ke seluruh belahan dunia ini.
Tapi sudahlah. Sepertinya adik-adik mahasiswa ini memang sudah punya agenda setting sendiri yang bukan bertujuan membangun negerinya.
Mereka lebih memilih menjalankan tugas dari mentor dan bohirnya yang bisa kita duga masih beririsan dengan Cendana, oligarki orde baru dan para pengusaha hitam.
Meskipun, yang membuat saya geli, bahkan sampai terpingkal-pingkal adalah munculnya pertanyaan-pertanyaan, apakah sesungguhnya mereka memahami Kredo Gerakan?












